Senin, 28 Januari 2013

Yamaha Mio Thailand Drag Style Modif

This Yamaha Mio Belt version Open All Star Drag Boy Yakuza 123% Ubon in Thailand. Modif Motor Yamaha Mio Thailand Drag Sytle fixed match Tire Kit Yamaha Club Ubon MPs Vorasit eternity Contact Nan COMBIZ DUNLOP box Power Products APITECH FCCI little cushion 24 Wat Dan COM wheel wheel parts YOKO GAZI Author TRUSTY. MAGNUM product pipeline represents a formula DKT Engineering Drag Boy Yakuza 123% Ubon "to compete with each generation. And down several newspapers and books. With the aggressive driving style of Hardcore. Burning rubber with the emphatic This is a unique forest Gangster Boy you can see every field in the list of wild boy.
Gambar 1. Motor Drag Thailand by Drag Boy Yakuza 123%

Gambar 2. Motor Drag Thailand by Drag Boy Yakuza 123%

Gambar 3. Motor Drag Thailand by Drag Boy Yakuza 123%
Read More Detail of Motor Drag Thailand >>>>

Specifications of Modifications Motor Yamaha Mio Thailand Drag Style :

Team Kit Direct Tire permanent Yamaha Club Ubon MPs Vorasit eternity Contact Nan.

COMBIZ DUNLOP Light Box products. APITECH FCCI little cushion Wat Dan COM ratchet wheel 24 YOKO GAZI. Auto tune TRUSTY. MAGNUM product pipeline represents a formula DKT Engineering Pa Boy Yakuza 123% Ubon.
Here's The Detail Image of Motor Yamaha Mio Thailand Drag Style Modifed by Drag Boy Yakuza 123%. 
[Source : Mocyc.com] [Photos Courtesy Mocyc.com]
Setang Jepit Motor Drag Thailand


Detail Setang Jepit Motor Drag Thailand. 


Aki dan CDI Motor Drag Thailand.


Hand Grip Gas Motor Drag Merk BUNGBON. 

Detail Roda Depan Motor Drag Thailand. Shock Trusty & Small Alumuium Hub.

CDI & Aki Kering Pada Motor Drag Thailand.

Teromol Alumunium Custom Drilling.

Mesin Yamaha Mio Thailand Drag Style.




Benzyl filter glass. Show with gasket as stuffy shirts.


Gazi adjustable rear shock absorber.

Eye Catching Painted on CVT Thailand Motor Drag Style.

Rear fender style Thailand Drag Style.

Author plate light from API.

Coil spark from Magnum.

Side View Engine Thailand Drag Style.

Formula Kevlar pipe end by pressman.
You might also like:
»» READMORE...

Yamaha Jupiter, Paling Siap Hadapi Satria FU150 di Trek Lurus!

Andai kategori motor bebek biasa dengan bebek hyper underbone (FU150) dipisah sejak awal 2012, bisa jadi Yamaha Jupiter-Z geberan Bowo Samsonet ini juara di kelas Bebek 4-Tak Tune-up s/d 200 cc. Tepatnya di Grand Final Day Battle Pertamina-Enduro KYT Drag Bike (DBEKYTDB) garapan Trendypromo Mandira (TM), (1-2/12) lalu.

Namun jika tahun depan pihak penyelengara masih melegalkan kelas tersebut, jangan heran kalau peserta yang ikut bakal berkurang jumlahnya lantaran spesifikasinya enggak imbang. Itu desas-desus sekaligus pernyataan protes para peserta atas ketidaknyaman mereka kepada Em-Plus.

Salah satunya adalah tim Pell's SHRT Putra Pandawa Kawahara. Meski enggak juara pertama alias di posisi runner up saat itu, namun baik joki atau mekanik mengaku sudah cukup membanggakan buat joki yang ngegas motor tim.

“Soalnya ini satu-satu motor bebek biasa yang mampu berada diantara bebek hyper underbone. Tentu dengan catatan waktu yang lebih dekat dengan motor juara pertama besutan Dwi Batang dari tim Abakura Ditra Jaya dengan catatan waktu 08,111 detik,” ucap Bowo yang cuma tembus waktu 08,155 detik.

Termasuk Arif Sigit Wibowo yang biasa disapa Pele, mekanik yang kebagian mengkulik Jupiter-Z pun mengaku senang. Namun selama kelas ini tahun depan tidak direvisi, doi yakin kalau tahun depan kelas ini bakal sepi peserta. Hal itu didasari akibat perbedaan spesifikasi yang diusung masing-masing tipe motor.

“Yang bikin kami sulit mengejar kelebihan motor hyper underbone adalah konstruki mesin yang sudah berdiri. Selain itu, mengubah volume silinder jadi 200 cc lebih mudah, banyak pilihan part dan yang pasti kem motor ini sudah DOHC dibanding Jupiter-Z yang masih pakai kem biasa. Kalau pun bisa, paling pelatuk kem diganti rocker arm roller yang mulai ramai dipakai. Makanya jangan heran kalau tenaganya lebih dahsyat jika dimodifikasi dengan benar,” aku Pele yang tinggal di Boyolali, Jawa Tengah.

Cuma meski kalah di soal spesifikasi dan konstruksi, untuk tahun ini pria berambut ikal itu tetap yakin motornya bisa bersaing di kelas Bebek 4-Tak Tune-up s/d 200 cc. Walaupun untuk menuju kesitu, mesin Yamaha Jupiter-Z perlu ubahan yang matang dan setingan yang tepat.

“Untuk sirkuit dadakan macam di Banjarpatroman, Jawa Barat kemarin, karena belum pernah turun balap lurus di sana, makanya mesin Jupiter-Z adopsi piston Tiger oversize 275 (66,25 mm) dengan stroke 57,9 mm itu, dikasih setingan perbandingan kompresi 13,9 : 1. Agak tinggi memang, tapi cukup aman jika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba,” lanjut Pele.

Setingan segitu oleh Pele dikombinasikan dengan kem yang punya durasi kurang-lebih 276 derajat baik untuk klep in maupun out. Lalu  bensin Pertamax Plus disuplai maksimal melalui klep aftermarket ukuran 34/29,” jelas brother satu ini yang kental bahasa jawanya. (motorplus-online.com)
»» READMORE...

Yamaha Jupiter MX Bore Up dan Stroke Up 215cc

Alhamdulillah kali ini saya coba bikin artikel mengenai Yamaha Jupiter MX Bore Up dan Stroke Up 215cc.!!
Yamaha Jupiter MX 135LC milik Dedy Wahyudi ini sudah 215 cc. Untuk mencapai kapasitas 215 cc, tentu harus main bore up dan stroke up. Paling pertama dilakukan bore up dengan cara menggunakan seher piston CBR 150R oversize 250. Jadi, diameternya 66 mm.
Yamaha Jupiter MX Bore Up dan Stroke Up 215cc
Boring pun ikut diganti pakai punya Honda Tiger. “Supaya piston bisa masuk ke silinder blok,” jelas Kiki Pramono asal bengkel Nusantara Motor di Jl. Ciledug Raya, Gg Langgar, No. 55, Tangerang.
Menggunakan seher dan boring segede itu, dipastikan mengganggu water jacket atau saluran air pendingin. Supaya tetap menggunakan pendingin air, ditutup dan dibikin jalur baru. Masuk dari atas dan keluar dari bawah.
Setelah itu disusul main stroke up. Supaya langkah lebih panjang, posisi pusat big end digeser 2 mm. Naik-turun 2 mm, jadinya stroke total bertambah 4 mm. Sehingga total langkah piston kini 62,7 mm.
Jadinya bisa dihitung kapasitas silindernya. Dari diameter seher 66 mm dan stroke 62,7 mm. Volume silinder kini 214,4 cc, atau kalau digenapkan jadi 215 cc.
Namun akibat naik stroke dan diikuti pemakaian setang seher asli Kawasaki Ninja 150R, dipastikan posisi blok harus diganjal. Dimaksudkan agar seher tidak mentok kepala silinder. Apalagi setang milik Ninja lebih panjang 4 mm.
Abas, panggilan akrab Dedy Wahyudi menggunakan paking tebal dari bahan duralium. “Tebal paking ini 6 mm,” jelas Abas dan Kiki kompak.
Yamaha Jupiter MX Bore Up dan Stroke Up 215cc
Untuk mengimbangi silinder yang sudah bengkak, klep isap dan buang diganti. Pakai yang ukuran payungnya lebih lebar. Dipilih klep yang punya kode EE, aslinya klep ini milik Mitsubishi Lancer. Standarnya klep ini punya ukuran 31 mm untuk klep isap dan 25 mm untuk ex.
Namun dipasang di head MX dibikin kecil. Klep isap dibuat 26 mm dan ex 23 mm. “Pemakain klep EE dirasa lebih kuat karena batangnya 5 mm dan panjang klep bisa diatur dengan cara dibubut,” tambah mekanik yang berbadan subur itu.
Selain itu, pengabut bahan bakar diganti yang lebih gede. Aplikasi karbu Keihin PE 28 yang direamer jadi 31 mm. Diseting dengan aplikasi main-jet 150 dan pilot-jet 58.
Kemudian pengapian dibikin total loss. “Magnet dibubut agar ringan dibikin jadi 750 gram,” jelas Kiki yang biasa dipanggil Kidut Geboy itu.
Untuk mengatur timing pengapian dipilih CDI BRT I-Max. Klop dipadukan dengan koil YZ orisinal. “Selain api pembakaran lebih besar, torsi lebih cepat dan tarikan atas sampai bawah ngisi terus,” tegas Abas.
Pekerjaan terakhir benahi aliran gas buang. Knalpot orisinil diganti. Sebagai gantinya, dipakai jenis model free flow buatan sendiri. “Knalpot sangat berpengaruh pada power mesin. Karena pembuangan akhir mesin yaitu dilubang pembuangan,” tutup Abas yang rambutnya beruban itu.
»» READMORE...

Yamaha Mio Drag Bike, Thailand Study Result

 of study in Thailand, one of them is the selection of the piston. No need anymore to rely on bore piston or piston aka big. But, simply copy the piston which is widely used by Thailand for the race tuner FFA.
Piston LHK brand used 66 mm diameter, try dependable Ismail Harjono, Tunner Harmony Monster Skutik (HMS) from Solo, Central Java. That outcome study last year to Thailand, all with automatic drag racing there.

The result is not indeed useless. Ismail able to deliver Yamaha Mio which spurred Rico is perched on the podium Boncel honorable title YSS TDR Comet Drag Bike Championship DID 2011 in Semarang, last Sunday.
Tracks straight Circuit Tawang Mas, Semarang became a witness greatness Mio continues that since the allowance is perched on 3 big. "Time to Thailand a lot of chatting with the mechanic here. I try to apply in this bike, "said Is
Previously, Ismail choose to play with 70 mm piston for pursuing large capacity. This piston has a piston type races like the Special Engine (SE). The bottom of the piston is shorter. So, unlike Tiger Piston Honda or Yamaha Scorpio classified as
MODIFICATION List of Yamaha Mio Drag
Front tire: IRC 45/90-17Rear tire: Eat My Dust 60/80-17Rims: TDRShockbreaker: YSSCDI: Yamaha Fino.

In fact, this bore applications, he said there were many changes. Namely, the desired power. If the previous power seoalah shouted and ran out of breath at a distance of 30 meters before the finish, not anymore.
Shouted a machine, can now cross the finish line. "When using 66 mm piston, until the finish there was still some power. This is actually a character created to be automatic, "beber Gembor closest call.
Use a large piston could actually outsmart power. But, the power under a mess because of too wild. Create pursue maximum capacity, 66 mm piston is combined with a stroke length of 86 mm.Stroke is the result of congenital crankshaft from Thailand as well. Yup! 've Received so!
With the replacement handlebar piston having a smaller pen crankshaft, big end automatic can be shifted even further. That way, the total contents of the cylinder which applied in this sleek Mio screen, a 295 cc. According to Tunner 32-year again, the capacity is already considered sufficient!
To Thailand again? (motorplus.otomotifnet.com) 
Bigger Exhaust
Accompanying the swollen cylinder, valves rely on 34 mm (in) and 30 mm (ex). Valve itself took from a car belonging. Then the diameter of regenerated as needed.
In order to set up when the open-close valve, Noken as the Honda Estilo applied. Length regenerated into 275 º (in) and 280 º (ex). If calculated per bumbungan diameter, 18.3 mm (in) and 18.4 mm (ex).
But oddly enough, really made bigger exhaust duration huh? "It should be greater than this. But this I do to pursue a low compression. Thus, lower power is not too fierce, "explained Gembor as he said already apply compression 15.2: 1. Comparison of the ratio of 18/39 is used for electrical power eye as you wish. Yup!
»» READMORE...
Motor Drag Honda BeAt Modified by Tomo Speed Shop and Driven by Syaiful Cibef, M. Ramzi and Imam Ceper. success on the podium 1, 2 and 3 classes matic to 150 cc. It happened on the mat YSS DID Drag Bike TDR 2011 series 2 on the circuit Lanud Juanda, Surabaya.
Motor Drag Honda BeAT Custom Chassis.
This Honda BeAt Willing to deal with classmates who skubek frame construction is almost like aluminum and titanium. Moreover, the standard framework Honda BeAt only 2 kilogram heavier when compared to alteration. Because the framework of the center to the back of the iron pipe is replaced, is also more flat though good for a jockey / driver. HONDA BEAT order just Cutting the tail and is still too high.

Tomo Experience in the arena Balap Motor Drag or straight racing Drag Bikes Race has given him the lessons and new experiences. He said, it all depends on engine settings, the weight of jockeys and their expertise full throtle starting time of gas. setting the engine torque prefers the middle to the top. This view of three jockeys/driver who weighs an average of no more than 39 kg.

The key is in the magnet. When using magnets passed him, beneath fierce, but it is less.Because of light weight jockey. Use this setting can be made low compression. Although not measured, Tomo admitted only make the gap 58 mm piston head and stroke Honda Sonic standards, inlet 0.5 mm. Medium dome umbrella valve to be reset for 24/28 mm diameter Honda Sonic can free up and down.
Korek Mesin Motor Drag Honda BeAt.
Valve movement in and out itself is set back from Thailand with customized setting. According to Tomo, the duration is not measured but high-waist lift of 25 mm and 19 mm. No doubt fuel gas supplied to the nozzle karburator Honda NSR SP28 42/120. Gas burns more precision dipantik standard ignition timing and ignition curve is set CDI Thailand.Exhaust gas residual fuel removed TSS Exhaust Brand.

Specifications of Modification Honda BeAt Drag Bikes Custom Chassis :
Motor Drag Honda BeAt Front tire using IRC brand size 45/90-17, Rear tire size 50/100-17 Eat My Dust Brand, Roller using LHK brand 12 grams roller weight, Clutch Canvass LHK brand, Gear Ratio 14/41, Sok back using YSS brand Suspension.
»» READMORE...
Jakarta, KompasOtomotif Drag bike yang sedang ngetren dan banyak wadah untuk balapan, membuat penyuka kecepatan dan bengkel ingin berpartisipasi. Kenyataannya, drag bike tidak hanya dipakai untuk balap, juga sekadar penampilan sehari-hari. Alhasil, sepeda motor standar pun siap berubah wujud jadi lebih kerempeng, ciri khas sepeda motor kencang itu.

Menurut Harri Novrian, pemilik bengkel drag bike di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, spesifikasi drag bike di Indonesia termasuk minimalis. Tidak perlu canggih seperti di luar negeri. ”Kalo boleh dibilang, sepeda motor diubah seringan mungkin. Bagian yang ntidak penting, dibuang saja supaya nggak nambah beban,” jelasnya.

Sederhananya, untuk mengubah sepeda motor menjadi model drag bike, bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama,sasis!  Bila dirasa tidak sesuai dan kurang ringan, bisa diganti dengan yang baru. Inilah salah satu yang menghabiskan biaya. Kalau versi impor dari Jepang, sasis drag bike bisa mencapai Rp 10-25 juta.

Untuk kaki-kaki, pilihlah sokbreker yang sesuai dengan ukuran sepeda motor. Ukuran ban juga disesuaikan, yaitu  50/90 untuk depan,dan 60/80 buat bagian belakang.Diameter pelek harus diperkecil, karena berhubungan dengan mesin yang akan di-bore up.

”Hitungannya berbeda kalau diameter ban nggak cocok. Semakin besar kapasitas, diameter ban diperkecil karena harus menggunakan perbandingan gigi yang tepat,"  terang Harri.

Agar bertenaga, mesin wajib dioprek. Penggantian biasanya dilakukan pada noken as, piston, karburator, kabel busi dan beberapa komponen lain dengan spesifikasi balap. Memperbesar langkah dan diameter piston (termasuk silinder) serta  perbandingan transmisi. Tak kalah penting.  perrbandingan gigi akhir merupakan faktor penting untuk meningkatkan performa.
Setelah bodi ringan, kaki-kaki oke, dan mesin  gahar, selanjutnya adalah settingan sepeda motor sesuai bodi dan gaya si penunggang. Misalnya dengan pemakaian setang jepit, pijakan kaki baru, hingga jok datar dan tanpa tambahan busa (jadi tidak nyaman).

Menurut Harri, kemungkinan biaya akan berada di kisaran Rp 3-5 juta untuk yang murah, dan Rp 5-20 juta untuk spesifikasi heboh. ”Kalau ingin murah ,modif  sepeda motor matik saja. Pasalnya,  tidak perlu repot mengganti  gigi-gigi transmisi  yang mahal. Cukup  mempeerbesar diameter silinder dan memperpanjang langkah",” ujarnya.

Untuk tampilan, bisa disesuaikan dengan selera. Selanjutnya, drag bike versi rumahan pun siap dibesut, asal dipakai di wadah yang benar dan tidak lupa mengutamakana keselamatan.
»» READMORE...